Perancangan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendikbud dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung

By administrator 09 Mar 2020, 12:52:21 WIBsetjen kemendikbud
Perancangan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendikbud dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung

Sawangan, Pusdiklat—Sekretariat Jenderal Kemendikbud melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai (Pusdiklat) Kemendikbud mengadakan pertemuan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung pada tanggal 6 Maret 2020 bertempat di Universitas Lampung, Provinsi Lampung. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merancang Nota Kesepahaman (NK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  tentang Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS untuk calon pegawai negeri sipil yang berasal dari Universitas Lampung (UNILA), Politeknik Negeri Lampung (POLINELA), dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Jumlah total CPNS yang akan melaksanakan latsar adalah  325 orang dengan rincian  Universitas Lampung 136 orang, Institut Teknologi Sumatera 143 orang dan Politeknik Negeri Lampung sebanyak 46 orang.

Plt. Kapusdiklat Kemendikbud Garti Sri Utami beserta rombongan serta perwakilan Biro Sumber Biro Hukum Organisasi Kemendikbud hadir dalam  kegiatan btersebut sementara pihak BPSDM Provinsi Lampung diwakili oleh Sekretaris BPSDM Adi Sriyono, S. Sos.

Hal penting yang menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut adalah terkait mengenai jadwal Pelatihan Dasar dan tempat penyelenggaran Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS untuk provinsi Lampung di tahun 2020 ini.

Pelaksanaan Latsar CPNS Kemendikbud untuk tahun 2020 dilakukan melalui berbagai kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) seluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan terobosan dalam metode pelaksanaan latsar mengingat perubahan nomenklatur Kemendikbud tahun 2019 dimana urusan pendidikan tinggi kembali masuk ke Kemendikbud menyebabkan jumlah CPNS yang harus melaksanakan latsar menjadi lebih banyak sekitar 6000 CPNS. Jumlah peserta yang bertambah besar dan waktu yang terbatas menyebabkan metode pelaksanaan harus diperbaharui dengan kerja sama dengan pemerintah daerah sehingga tidak semua terpusat di Jakarta seperti tahun-tahun sebelumnya. (SLM)

@official_unila @politeknik_negeri_lampung