Lembaga Sensor Film Gelar Workshop Implementasi Permendikbud No 14 Tahun 2019

By administrator 30 Sep 2019, 08:24:25 WIBKemendikbud
Lembaga Sensor Film Gelar Workshop Implementasi Permendikbud No 14 Tahun 2019

Jakarta, Kemendikbud – Lembaga Sensor Film (LSF) menggelar Workshop Implementasi Permendikbud No 14 Tahun 2019 Tentang Pedoman dan Kriteria Penyensoran, Penggolongan Usia Penonton dan Penarikan Film dan Iklan Film Dari Peredaran yang bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta, 25 September 2019. Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan perfilman diantaranya adalah perwakilan dari stasiun televisi swasta dan nasional, production house, perusahaan bioskop, media online, juga dihadiri oleh perwakilan dari organisasi masyarakat dan instansi pemerintah. Pada acara kali ini dimoderatori langsung oleh Rommy Fibri Hardianto, M.Ikom dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Drs. Dody Budiatman, Wakil Ketua Lembaga Sensor Film dan Qurrati A’yun.S.H., Kepala Subbagian Peraturan Perundang-Undangan, Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dr. Ahmad Yani Basuki, M.Si selaku Ketua Lembaga Sensor Film hadir dan membuka  acara secara resmi. Dalam sambutannya Dr. Ahmad Yani Basuki, M.Si menjelaskan bahwa adanya peraturan perundang-undangan tersebut sangat diperlukan karena film sebagai sebuah karya seni budaya merupakan pranata sosial yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dan dipertunjukkan kepada publik yang memiliki nilai strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Film memiliki peranan dalam meningkatkan ketahanan budaya dan kesejahteraan masyarakat. Kelangsungan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh budaya dan sebagai media komunikasi massa film merupakan salah satu media pembentuk karakter bangsa. Di era globalisasi ini film juga merupakan alat penetrasi kebudayaan.

Eratnya pengaruh film pada kebudayaan menjadi alasan dibutuhkannya alat filter untuk menyaring nilai-nilai budaya asing yang dibawa melalui film. Disinilah dibutuhkan peran Lembaga Sensor Film untuk memfilter hal-hal tersebut. Lembaga Sensor Film melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan atau dipertunjukkan kepada khalayak umum. Sensor itu sendiri bukan berarti memotong, menurut kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia sensor itu berarti pengawasan. Dalam melakukan penyensoran LSF harus memiliki pandangan bahwa film merupakan sebuah narasi audio visual yang tidak bisa dipilah menjadi satu bagian terpisah. Film memiliki makna yang bisa diidentifikasi dalam sebuah narasi dari awal sampai akhir. Oleh karena itu Lembaga Sensor Film di mulai tahun 2009 tidak lagi boleh memotong film dengan sendirinya. Akan tetapi film yang masuk ke Lembaga Sensor Film akan diteliti dan dinilai kelayakannya maka film tersebut baru dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Film yang dinyatakan tidak lulus sensor dikembalikan kepada pemilik untuk direvisi, setelah itu dikembalikan lagi ke LSF untuk disensor ulang. Dalam hal ini jelas bahwa LSF tidak lagi melakukan pemotongan. Hal ini dipaparkan oleh Drs. Dody Budiatman pada sesi pemaparan awal. 

Lahirnya peraturan ini terbilang memakan waktu yang cukup lama. Dalam paparannya Qurrati A’yun, S.H menjelaskan bahwa Permendikbud No 14 Tahun 2019 ini sendiri merupakan turunan dari Undang-Undang No 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman sebagai induk, lalu diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film hingga dihasilkan Permendikbud No 14 Tahun 2019 Tentang Pedoman dan Kriteria Penyensoran, Penggolongan Usia Penonton, dan Penarikan Film dan Iklan Film Dari Peredaran.

Sosialisasi Implementasi Permendikbud No 14 Tahun 2019 ini sudah pernah diadakan sebelumnya di beberapa kota di Indonesia dan kota Jakarta sendiri dipilih sebagai puncaknya. Acara ini ditutup dengan penyerahan souvenir untuk peserta yang terlibat aktif dalam mengajukan pertanyaan dan diskusi. Pada akhir acara ketua Lembaga Sensor Film juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengucapkan dengan lantang slogan MMT yaitu “Memilah dan Memilih Tontonan” sebagai representasi semangat untuk mewujudkan dan menggerakkan Budaya Sensor Mandiri di masyarakat.***

Sumber berita Laman Lembaga Sensor Film

https://lsf.go.id/publik/content/5d8dc2a0e52b8

Link Permendikbud No 14 Tahun 2019 dapat diunduh disini