Sesjen Kemdikbud : SEAMOLEC Dan PUSTEKKOM Harus Bersinergi Dalam Program Pemanfaatan TIK Bagi Dunia Pendidikan

By administrator 11 Sep 2017, 15:08:59 WIBsetjen kemendikbud
Sesjen Kemdikbud : SEAMOLEC Dan PUSTEKKOM Harus Bersinergi Dalam Program Pemanfaatan TIK Bagi Dunia Pendidikan

SEAMOLEC menerima kunjungan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Bapak Didik Suhardi, Ph.D dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTEKKOM) Bapak Gogot Suharwoto, Ph.D pada Kamis 7 September 2017. Dalam kunjungannya, Pak Didik beserta jajarannya menggelar rapat sinkronisasi untuk membahas aktivitas dan program kerja SEAMOLEC dan PUSTEKKOM. Beliau menegaskan kembali agar segala kegiatan yang dilakukan semua unit dan satuan kerja (satker) saling bersinergi dan menunjang kinerja Kemendikbud. SEAMOLEC dan PUSTEKKOM diharapkan bisa mensinergikan program dan kegiatan yang sudah ada. Pada kunjungan ini Pak Didik dan Pak Gogot juga berkesempatan melihat presentasi pencapaian produk dan program unggulan dari setiap divisi di SEAMOLEC.

Lebih jauh dikemukakan oleh Pak Didik bahwa lingkup kerja SEAMOLEC dan PUSTEKKOM yang memiliki irisan merupakan kesempatan baik untuk melakukan sinergi dalam aktivitasnya. “SEAMOLEC dan PUSTEKKOM bisa berkontribusi lebih banyak untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan dalam bidang Teknologi Informasi, jaringan, pembelajaran maupun tata kelolanya. Tiga hal ini bisa dijadikan modal untuk pembangunan pendidikan dan kebudayaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh anak didik dan guru, terutama di daerah 3T; terpencil, tertinggal dan terluar,” tegas Pak Didik.

Saat ini kedua lembaga telah secara kontinyu mengembangkan pemanfaatan penggunaan TIK dalam pendidikan teknologi serta memiliki tenaga ahli. Oleh karenanya Pak Didik menekankan dibutuhkan sinergi berkelanjutan dengan direktorat yang membawahi guru dan tenaga kependidikan. “Ditjen Dikdasmen dan GTK memiliki alokasi dana yang cukup besar di area ini, sehingga sangat potensial untuk menjadi mitra kerja sama. Sebagai contoh, pelatihan guru diserahkan ke Ditjen GTK, sementara SEAMOLEC dan PUSTEKKOM menyediakan pelatihan Training of Trainer. Pastikan struktur program dan konten sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan user dan merujuk pada kurikulum,” ujar Didik lagi. Pentingnya pelatihan ini diindikasikan dengan keinginan Didik bahwa guru SD dan SMP harus memiliki pengetahuan TIK dasar sehingga bisa membekali siswa ketika memasuki jenjang SMA. Salah satunya dengan memasukkan TIK menjadi bagian dari seluruh mata pelajaran.

Bentuk sinergi lain yang bisa dikembangkan oleh SEAMOLEC dan PUSTEKKOM, menurut Pak Didik, adalah pemanfaatan stasiun televisi TVE sebagai bagian dari struktur pembelajaran di sekolah. Hal ini menjadi penting mengingat peran TV sebagai salah satu media komunikasi massa yang efektif. SEAMOLEC bisa berperan sebagai salah satu penyedia konten, sehingga turut berperan aktif untuk menyebarkan pemanfaatan TIK di Indonesia dan Asia Tenggara.

Selama kunjungannya di SEAMOLEC, Pak Didik dan Pak Gogot beserta rombongan mengunjungi pameran produk dari 7 divisi di SEAMOLEC. Di laboratorium kelas digital, Pak Didik mencoba pengalaman permainan edukasi menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Pak Didik juga mendatangi kelas pelatihan MAGIS Camp dan berbincang dengan salah satu peserta pelatihan yang sedang merancang aplikasi belajar Bahasa Jerman. (Teks : Midya. Foto : Agun/Haulia)

Sumber: http://seameo.kemdikbud.go.id/berita/21-sesjen-kemdikbud-seamolec-dan-pustekkom-harus-bersinergi-dalam-program-pemanfaatan-tik-bagi-dunia.html