Anugerah LSF 2017

By administrator 08 Agu 2017, 14:05:23 WIBsetjen kemendikbud
Anugerah LSF 2017

Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan memberikan penghargaan “Anugerah LSF 2017”. Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran para pemilik film dalam mematuhi kewajiban kepemilikan STLS (Surat Tanda Lulus Sensor) sebelum materi film dan atau iklan film ditayangkan, sebagaimana diamanatkan dalam UU Perfilman No. 33, Tahun 2009, Pasal 57, ayat (1): “Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh surat tanda lulus sensor”.

LSF periode 2015-2019, telah meluncurkan program “Sensor Mandiri”. Inti dari “Sensor Mandiri” adalah ajakan kepada para pemilik film untuk melakukan sensor mandiri dalam memproduksi film-filmya. Dalam arti, selalu memperhatikan rambu-rambu terkait kriteria penyensoran sebagaimana yang telah diamanatkan pada Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2014 Tentang Lembaga Sesor Film, terutama Pasal 30 sampai dengan Pasal 36.

“Sensor Mandiri” juga merupakan ajakan terhadap masyarakat penonton untuk memilah dan memilih film-film yang akan ditonton. Dalam arti, masyarakat penonton perlu memerhatikan peruntukan usia suatu film, sebelum menonton film tersebut. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Perfilman, LSF meloloskan film dan atau iklan film dengan klasifikasi usia penonton SU (Semua Umur), 13 Tahun Keatas, 17 Tahun Keatas, dan 21 Tahun Keatas.

Maka penghargaan “Anugerah LSF 2017” merupakan apresiasi bagi mereka yang secara sadar ikut mensukseskan “Sensor Mandiri”, yang tujuannya tentu saja untuk meningkatkan peran serta semua kalangan dalam mensukseskan sensor mandiri.

Ada tiga kategori film yang akan dipertimbangkan untuk mendapatkan “Anugerah LSF 2017”. Yakni film bioskop, film televisi (FTV), dan serial televisi. Film-film yang akan dinilai untuk mendapatkan “Anugerah LSF 2017” adalah film nasional yang telah dinyatakan lulus sensor sepanjang tahun 2016 s.d akhir bulan Agustus 2017.

Penilaian film dititikberatkan pada sisi penyensoran, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2014 Tentang Lembaga Sesor Film, dengan memperhatikan Kriteria Penyensoran seperti yang tertuang pada Bagian Kedua, Pasal 30 sampai dengan Pasal 36.  Selain itu, film yang akan dipilih untuk mendapatkan “Anugerah LSF 2017” adalah film yang lebih mengedepankan unsur edukasi dan atau kearifan lokal. Dari sisi penggarapannya, akan dinilai film-film yang pekerja kreatifnya lebih mengutamakan sumber daya manusia lokal. Adapun para penilai “Anugerah LSF 2017” terdiri dari Anggota LSF dan Tenaga Sensor LSF.

Dalam rangkaian acara “Anugerah LSF 2017”, LSF juga menggelar lomba bertema “Sensor Mandiri” yang dapat diikuti oleh seluruh warga Indonesia dari berbagai usia dan latar belakang. Lomba-lomba tersebut adalah:

  • Lomba Menulis Artikel “Sensor Mandiri”
  • Lomba Membuat Poster “Sensor Mandiri”
  • Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Sensor Mandiri”

Dari tema “Sensor Mandiri”, peserta dipersilahkan untuk memilih topik-topik yang berkaitan dengan tema “Sensor Mandiri”, seperti:

  • Sensor Mandiri sineas dalam melahirkan sebuah karya film.
  • Sensor mandiri orang tua dalam membimbing keluarganya untuk menonton film sesuai usia.
  • Sensor mandiri guru dalam membimbing murid-muridnya untuk menonton film sesuai usia.
  • Sensor mandiri anak-anak, remaja, atau dewasa dalam mengajak menumbuhkan kesadaran menonton film sesuai dengan katagori usianya.

Atau topik lain yang berkaitan dengan sensor mandiri.

Untuk Informasi selanjutnya dapat anda klik disini

Sumber : http://lsf.go.id/publik/content/598819f372c23